Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Hari Ini Melemah Lagi, Tertekan Imbal Hasil Treasury AS

Nilai tukar rupiah menguat melemah pada penutupan perdagangan Rabu, 17 September 2025. Rupiah turun 19 poin atau 0,11 persen menjadi Rp17.763 per dolar AS, sementara JISDOR Bank Indonesia mencatatkan di level Rp17.770 per dolar AS. Menurut riset ICDX, tekanan utama rupiah berasal dari penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil Treasury AS, yang dipicu ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve yang lebih ketat. Selain itu, kenaikan harga minyak akibat ketegangan geopolitik juga menambah tekanan inflasi global.

Di sisi domestik, PMI Manufaktur Indonesia pada Agustus mencatatkan 49,8, menandakan kontraksi sektor manufaktur. Inflasi Agustus mencapai 3,19 persen secara tahunan, naik dari 2,88 persen pada Juli, namun masih berada dalam kisaran sasaran Bank Indonesia. Neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2026 mencatat surplus USD120 juta, setelah sebelumnya mengalami defisit USD450 juta. Surplus ini memberikan dukungan terhadap rupiah, meskipun nilainya relatif tipis karena pertumbuhan impor (27,02 persen) jauh melampaui pertumbuhan ekspor (6,05 persen).

Kombinasi faktor eksternal dan domestik ini menjaga rupiah dalam tekanan melemah. Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil Treasury AS menjadi penggerak utama, sementara aktivitas manufaktur kontraktif dan inflasi yang meningkat menjadi perhatian terhadap kebijakan suku bunga Bank Indonesia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait