Serangan PDIP ke Jokowi: Kabur dari Persidangan Ijazah Palsu dan Dianggap Ngomong Besar Doang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambangi para penyintas gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) menuai kritik tajam dari PDI Perjuangan. Elite partai seperti Deddy Yevri Sitorus dan Guntur Romli menyalahkan Jokowi dengan mengaitkan kunjungan tersebut sebagai pelarian dari sidang dugaan ijazah palsu. Deddy Yevri menilai Jokowi tidak hadir di pengadilan melainkan melakukan manuver pencitraan. Guntur Romli menambahkan, kunjungan Jokowi terlambat dan tidak terorganisir, hanya 'ngomong besar doang' setelah 30 hari gempa. Ia juga menyoroti ironisnya pernyataan Jokowi yang mengaku pensiun tidak bisa berbuat apa-apa, padahal anaknya masih wapres. Kritik ini menegaskan bahwa motif kunjungan Jokowi hanyalah menghindar dari kewajiban hukum.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 15.51
Serang Kehormatan Jokowi lewat Tuduhan Ijazah Palsu, Roy Suryo Didakwa Pasal Berlapis
kumparan · 18 September 2026 pukul 11.08
PDIP soal Keakraban Prabowo-Pramono: Pilpres Masih Jauh, Kita Kerja Dulu
Detik.com · 18 September 2026 pukul 08.39
Akhirnya Roy Suryo Diadili Usai Praperadilan Berulang Kali
Detik.com · 18 September 2026 pukul 08.31
Prabowo Berpeluang Rombak Kabinet, PDIP Tetap Pilih Jadi Penyeimbang
Berita terkait
PDIP Tuding Jokowi ke NTT Cuma untuk Pencitraan dan Kabur dari Pengadilan Ijazah Palsu
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 15.00
Dokter Tifa Heran Jokowi ke NTT Saat Sidang Ijazah: Katanya Sudah Tak Sabar Hadir di Pengadilan
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 12.20
Roy Suryo Disebut Telah Hancurkan Nama Baik Jokowi dan Masa Depan Gibran
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 10.05
Usulkan Jokowi Balik ke PDIP, Kader Ini 'Tak Selamat'
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 19.10