Sindir Jokowi, Said Didu: Berapa Nyawa yang Jadi Tumbal saat Bapak Berkuasa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pesan agar para pemimpin tidak menggunakan kekuasaan untuk menjatuhkan atau menyakiti orang lain. Pesan ini disampaikan saat menghadiri peringatan Maulid Nabi dan Haul ke-8 KH Musyafa Ali di Ponpes Al-Falah, Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (29/8/2026). Jokowi mengutip filosofi Jawa "lamun siro sekti ojo mateni" yang berarti meskipun seseorang kuat, tidak boleh menjatuhkan atau membunuh orang lain. Ia juga menekankan bahwa kekuasaan yang besar harus diiringi dengan kebijaksanaan, dan sikap keras serta kata kasar tidak cocok bagi seorang pemimpin.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 22.19
Belajar dari Churchill dan Gandhi, Saat Kepercayaan Jadi Kekuatan Sudrajat
Berita terkait
Sindir Keras Jokowi, Said Didu: Berapa Nyawa yang Jadi Tumbal saat Bapak Berkuasa?
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 09.35
Jokowi: Kekuasaan Itu Hanya Sementara, Hanya Sampiran
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 03.44
Jokowi: Tak Boleh Mentang-Mentang Kita Punya Kekuasaan Kemudian Kita Pakai untuk Menjatuhkan Orang
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 03.35
Jokowi Tak Pernah Rela Lepaskan Kekuasaan ke Siapa Pun, Said Didu: Termasuk ke Prabowo
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 13.23