Belajar dari Churchill dan Gandhi, Saat Kepercayaan Jadi Kekuatan Sudrajat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dalam bedah buku 'The Secret Weakness of Every Great Power' di Perpustakaan Jakarta, Dr Eko Surya Lesmana menjelaskan kekuatan pemimpin tak dari kekuasaan saja, melainkan kemampuan mengubah kepercayaan menjadi dukungan dan tindakan. Churchill menunjukkan keberanian menghadapi perang dengan terbuka, sementara Gandhi mengubah dukungan rakyat menjadi gerakan sederhana seperti aksi membuat garam. Kedua contoh menegaskan bahwa kekuatan sejati tumbuh dari kepercayaan masyarakat. Eko juga menyampaikan konsep SPLIT: kekuasaan tampak utuh dari luar, namun dukungan dalam menyusut. Keruntuhan Uni Soviet dan Perang Vietnam menjadi bukti kegagalan kekuasaan yang tidak didukung kepercayaan. Buku ini menyoroti bahwa legitimasi, dukungan, dan kepercayaan penting dalam menjaga kekuatan suatu negara.
Bagikan
Berita terkait
Belajar dari Churchill dan Gandhi, Saat Kepercayaan Jadi Kekuatan
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 22.19
Muka Dua Para Penguasa: Saat Hukum Cuma Jadi Alat Amankan Jabatan
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 21.00
Survei 2025 Jasa Raharja: Kepercayaan Stakeholders Menguat, Kepuasan Capai 95,01%
SINDOnews · 29 Agustus 2026 pukul 15.25
Kapolri Jadi Anggota Kehormatan KSBSI, Pengamat: Kepercayaan Buruh Kehormatan bagi Polri
SINDOnews · 29 Agustus 2026 pukul 13.27