FTSE Russell Tunda Penyesuaian Saham RI hingga Desember 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

FTSE Russell menunda sejumlah perubahan besar dalam indeks saham Indonesia hingga Desember 2026 untuk memantau efektivitas reformasi pasar modal yang dilakukan otoritas Indonesia. Reformasi tersebut bertujuan meningkatkan transparansi dan integritas data pasar modal. Beberapa langkah yang sedang dipertimbangkan antara lain penyediaan data kepemilikan saham di atas 1 persen, publikasi daftar High Shareholding Concentration (HSC), dan peningkatan pelaporan klasifikasi investor. Meski menunda perubahan besar, FTSE Russell tetap akan menerapkan pembaruan terbatas pada tinjauan indeks September 2026, termasuk perubahan Industry Classification Benchmark (ICB), pembaruan jumlah saham kuartalan dengan buffer 1 persen, dan penurunan free float dengan ketentuan buffer tertentu. Untuk saham dengan free float di atas 15 persen, penurunan diterapkan dengan buffer 3 persen, sementara untuk free float antara 5 hingga 15 persen, digunakan buffer 1 persen. FTSE Russell juga akan menghapus saham yang tidak lagi memenuhi persyaratan indeks akibat suspensi, likuiditas rendah, atau kapitalisasi pasar di bawah ambang batas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 17.49
Soal Keputusan FTSE Russell, Ini Respons BEI
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 14.01
FTSE Tahan Rebalancing Saham RI hingga Desember 2026
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 09.40
FTSE Russell Tunda Penyesuaian Ulang Indeks RI, Ancam Hapus Saham HSC
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 06.01
FTSE Russell Tunda Perubahan Besar Indeks Indonesia hingga Desember 2026, Ini Alasannya
Berita terkait
BEI Buka Suara soal FTSE Russell Tunda Penyesuaian Bobot Saham RI
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 10.21
BEI Temukan HSC Pada MSJA, 98,62% Saham Dikuasi Segelingir Pihak
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 06.10
BEI Temukan HSC Pada MSJA, 98,62% Saham Dikuasi Segelintir Pihak
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 06.10
IHSG Merosot 3,09 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar di Rp 10.905 Triliun
kumparan · 26 September 2026 pukul 06.04