Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Strategi Tangkap Peluang Pasar Prime Generation

Hakuhodo Institute of Life and Living ASEAN (HILL ASEAN) menyampaikan dalam forum 'Decoding the Prime Generation' bahwa strategi pemasaran yang menganggap usia sebagai masalah yang harus diatasi sudah tidak relevan dan berpotensi merugikan brand. Kelompok usia 40 tahun ke atas, yang disebut sebagai Prime Generation, dianggap sebagai peluang pasar yang kurang dilirik karena kebanyakan industri terlalu fokus pada audiens muda. Menurut riset, Prime Generation memiliki tiga kekuatan utama: daya beli yang besar, jaringan sosial lintas generasi, dan rasa ingin tahu yang tetap tinggi. Mereka tidak ingin dianggap tua atau dijual ketakawan tentang penuaan, melainkan ingin dihargai usia mereka.

HILL ASEAN menyarankan tiga prinsip utama untuk pendekatan komunikasi yang lebih tepat. Pertama, brand harus mendukung eksplorasi diri konsumen alih-alih menjual rasa takut. Kedua, brand harus membangun narasi yang merayakan usia, bukan menyembunyikannya. Ketiga, brand disarankan menyediakan ruang bagi konsumen usia matang untuk mencoba hal-hal baru, seperti melalui 'third places' di luar rumah dan tempat kerja. Representasi visual di iklan juga perlu diperbarui agar tidak lagi menggunakan stereotip seperti orang yang tidak sehat atau berambut putih.

Rekomendasi pro-aging ini bukan hanya soal etika komunikasi, tetapi juga strategi bisnis. Bagi brand di kategori kecantikan, kesehatan, finansial, hingga leisure, pendekatan pemasaran yang berbasis pada 'memperbaiki' citra usia tua berisiko kehilangan resonansi dengan segmen yang semakin percaya diri dan berdaya secara ekonomi.

Berita terkait