Suahasil: Belajar dari Frans Seda, kredibilitas harus terus dijaga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menekankan pentingnya menjaga kredibilitas fiskal negara, belajar dari pengalaman Frans Seda yang berhasil mengatasi krisis ekonomi pada 1966-1968. Pada masa itu, Indonesia mengalami hiperinflasi hingga 650 persen, cadangan devisa habis, ekspor tertahan, dan utang luar negeri masif. Dengan kebijakan anggaran berimbang dan konsolidasi fiskal, Frans Seda berhasil menurunkan inflasi hingga 85 persen pada 1968. Konsep ini, kata Suahasil, tetap relevan hingga kini, terutama dalam menghadapi tekanan ekonomi global. Di samping itu, keberanian Frans Seda dalam menyesuaikan harga BBM, menertibkan anggaran, dan menekan utang juga menjadi pelajaran penting. Dengan menjaga kredibilitas fiskal, APBN dapat memberikan ruang kebijaman untuk mendukung perekonomian saat permintaan lemah. Suahasil juga mengingatkan bahwa ekonomi Indonesia tidak bisa lepas dari dinamika global, sehingga kesiapan menghadapi guncangan dunia penting untuk dilestarikan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 16.10
Wow! Inflasi di Sulawesi Utara Tembus 7,59%, Tertinggi di Indonesia
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 14.00
BPS Catat Inflasi September 2026 Sebesar 3,28 Persen, Dipicu Komoditas Pangan
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 13.50
BPS: Harga Beras Naik September 2026, Eceran Tembus Rp 15.769 per Kg
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 13.50
Suahasil Kenang Frans Seda, Hadapi Inflasi RI yang Tembus 650%
Berita terkait
Membaca Ruang Fiskal dengan Lebih Utuh
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 14.52
Prabowo: Defisit APBN terjaga 0,91 persen terhadap PDB
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 16.07
Cegah Ekonomi Jatuh di Bawah 5%, Ekonom Didik: Belanja Pemerintah Tak Akan Langgeng
SINDOnews · 9 Agustus 2026 pukul 19.21
Rupiah melemah dipengaruhi pengumuman inflasi Indonesia
ANTARA News · 1 Oktober 2026 pukul 15.30