Subsidi Energi dan Nonenergi pada 2027 Dianggarkan Rp 387,9 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah mengalokasikan subsidi energi sebesar Rp 272,9 triliun dan subsidi nonenergi Rp 114,9 triliun dalam RAPBN 2027, total Rp 387,9 triliun. Subsidi energi meningkat 20,1% dari outlook 2026, terutama untuk BBM Tertentu (Rp 142,8 triliun, naik 22,2%), LPG 3 kg, dan listrik (Rp 130,1 triliun, naik 17,8%). Kenaikan terutama dipengaruhi biaya pokok penyediaan listrik dan volume subsidi. Subsidi nonenergi mencakup pupuk (Rp 48,2 triliun), bunga kredit (Rp 46,5 triliun), PSO (Rp 9,8 triliun), dan DTP (Rp 10,4 triliun). Pemerintah memperbaiki ketepatan sasaran LPG 3 kg melalui pendataan teknologi dan penyusunan DTSEN.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.00
Anggaran Subsidi Energi 2027 Naik, Prabowo Siapkan Rp28,7 T Buat BBM
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 15.30
Subsidi BBM, LPG-Listrik di 2026 Diperkirakan Naik Jadi Rp 227 Triliun
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 15.13
DPR Dorong Mitigasi Fiskal Hadapi Kenaikan Subsidi Energi
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 13.09
Subsidi Energi RAPBN 2027 Naik 20,1 Persen Jadi Rp272,95 Triliun
Berita terkait
35 SPBU di Flores Kembali Beroperasi Usai Gempa
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.23
Pertamina Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM-LPG NTT
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 07.36
Pertamina Percepat Pemulihan Suplai BBM dan LPG di Flores
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 19.53
Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 19.00