Superbank Cetak Cuan, tapi Saldo Defisit Laba Masih Tebal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) mencatat laba sebesar Rp182,6 miliar pada semester pertama tahun 2026, naik hampir sembilan kali lipat dari periode yang sama tahun lalu. Namun, bank digital ini masih memiliki akumulasi defisit saldo laba sebesar Rp663,5 miliar dari kerugian tahun-tahun sebelumnya, meskipun defisit tersebut menyusut 21,58% dibandingkan akhir tahun 2025.
Pertumbuhan bisnis Superbank berlangsung agresif dengan penyaluran kredit mencapai Rp13,4 triliun atau naik 61% year-on-year, total aset melonjak 81,5% menjadi Rp27 triliun, dan dana pihak ketiga meningkat 89,1% menjadi Rp15,9 triliun. Pendapatan bunga bersih naik 51,7% menjadi Rp1,01 triliun, sementara cost to income ratio membaik menjadi 54,8% dari 74,6% dan pre-tax return on equity meningkat menjadi 5,7% dari 1,2%.
Ke depan, investor akan mencermati apakah ekspansi kredit agresif dapat diimbangi dengan kualitas aset dan profitabilitas berkelanjutan. Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, menyatakan rencana memperluas kolaborasi dalam ekosistem keuangan digital untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi nasabah dan pemegang saham.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 07.19
RAAM Cetak Laba Operasional di Semester I 2026, Perkuat Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 21.15
Bantah Isu Babinsa, Purbaya Luruskan soal Penagihan Pajak
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 19.41
Penjualan Melesat 50,3%, MARK Bukukan Laba Bersih Rp183,9 Miliar di Semester I-2026
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 06.25
Gubernur BI Harus Independen, Tidak Boleh Sarat Intervensi
Berita terkait
Laba Produsen Indomie (ICBP) Anjlok 33%, Ini Penyebabnya
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 11.30
Purbaya: Penerimaan pajak tumbuh 30 persen per Agustus 2026
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 20.31
Ecommerce Pungut Pajak Pedagang Online Ditunda 2 Bulan
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 19.55
Kredit Tumbuh 6,6%, CIMB Niaga Cetak Laba Rp4,3 T di Semester I-2026
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 17.45