Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Superbank Cetak Cuan, tapi Saldo Defisit Laba Masih Tebal

PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) mencatat laba sebesar Rp182,6 miliar pada semester pertama tahun 2026, naik hampir sembilan kali lipat dari periode yang sama tahun lalu. Namun, bank digital ini masih memiliki akumulasi defisit saldo laba sebesar Rp663,5 miliar dari kerugian tahun-tahun sebelumnya, meskipun defisit tersebut menyusut 21,58% dibandingkan akhir tahun 2025.

Pertumbuhan bisnis Superbank berlangsung agresif dengan penyaluran kredit mencapai Rp13,4 triliun atau naik 61% year-on-year, total aset melonjak 81,5% menjadi Rp27 triliun, dan dana pihak ketiga meningkat 89,1% menjadi Rp15,9 triliun. Pendapatan bunga bersih naik 51,7% menjadi Rp1,01 triliun, sementara cost to income ratio membaik menjadi 54,8% dari 74,6% dan pre-tax return on equity meningkat menjadi 5,7% dari 1,2%.

Ke depan, investor akan mencermati apakah ekspansi kredit agresif dapat diimbangi dengan kualitas aset dan profitabilitas berkelanjutan. Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, menyatakan rencana memperluas kolaborasi dalam ekosistem keuangan digital untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi nasabah dan pemegang saham.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait