Jakarta · Jumat, 2 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Surplus Hidrogen capai 125 Ton per Tahun, Indonesia Jajaki Kerja Sama dengan AS

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menyatakan Indonesia akan menjajaki kerja sama pengembangan hidrogen dengan perusahaan asal Amerika Serikat. AS diketahui sedang mengembangkan hidrogen sebagai sumber energi terbarukan, dan Indonesia siap memanfaatkan potensi cadangan hidrogennya. Berdasarkan data PT PLN, Indonesia memiliki surplus hidrogen sebesar 125 ton per tahun, karena hanya menggunakan 75 ton dari total 200 ton yang diproduksi setiap tahun. Yuliot menekankan bahwa cadangan hidrogen yang cukup besar belum optimal dimanfaatkan, sehingga kolaborasi dengan AS menjadi langkah strategis. Kementerian ESDM mencatat terdapat 93 proyek inisiatif pengembangan ekosistem hidrogen dengan nilai investasi mencapai Rp 32 triliun. Proyek-proyek ini selaras dengan arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk mendukung konsep dedieselisasi, termasuk penerapan PLTS di wilayah terpencil dengan hidrogen sebagai penyimpanan energi. Salah satu contoh nyata adalah proyek di Pulau Rengit yang sudah bekerja sama dengan PLN dalam program dedieselisasi tersebut.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait