Surplus Hidrogen capai 125 Ton per Tahun, Indonesia Jajaki Kerja Sama dengan AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menyatakan Indonesia akan menjajaki kerja sama pengembangan hidrogen dengan perusahaan asal Amerika Serikat. AS diketahui sedang mengembangkan hidrogen sebagai sumber energi terbarukan, dan Indonesia siap memanfaatkan potensi cadangan hidrogennya. Berdasarkan data PT PLN, Indonesia memiliki surplus hidrogen sebesar 125 ton per tahun, karena hanya menggunakan 75 ton dari total 200 ton yang diproduksi setiap tahun. Yuliot menekankan bahwa cadangan hidrogen yang cukup besar belum optimal dimanfaatkan, sehingga kolaborasi dengan AS menjadi langkah strategis. Kementerian ESDM mencatat terdapat 93 proyek inisiatif pengembangan ekosistem hidrogen dengan nilai investasi mencapai Rp 32 triliun. Proyek-proyek ini selaras dengan arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk mendukung konsep dedieselisasi, termasuk penerapan PLTS di wilayah terpencil dengan hidrogen sebagai penyimpanan energi. Salah satu contoh nyata adalah proyek di Pulau Rengit yang sudah bekerja sama dengan PLN dalam program dedieselisasi tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 18.15
RI Bakal Gaet Perusahaan AS untuk Garap Hidrogen
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 18.14
RI Jajaki Peluang Kerja Sama EBT dengan AS hingga Norwegia
Detik.com · 30 September 2026 pukul 23.12
RI Bidik Kerja Sama Pengelolaan Air-Ketahanan Pangan dengan Swiss
Berita terkait
Target Net Zero 2060, Indonesia Masih Hadapi Tantangan Ekosistem Hidrogen
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 21.15
PNRE Teken 6 Kesepakatan dari Pengembangan Biofuel, Hidrogen hingga Konservasi Hutan
JawaPos · 5 September 2026 pukul 21.00
Pertamina NRE Komitmen Pengembangan Biofuel, Hidrogen hingga Konservasi Hutan
Liputan6.com · 4 September 2026 pukul 20.42
RI, Selandia Baru perkuat kerja sama pangan, energi terbarukan
ANTARA News · 29 Agustus 2026 pukul 12.56