RI Bakal Gaet Perusahaan AS untuk Garap Hidrogen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia berencana bekerja sama dengan perusahaan Amerika Serikat untuk mengembangkan energi hidrogen. Hal ini didasari pada potensi besar Indonesia yang belum dimanfaatkan, sekaligus mengadopsi teknologi unggul AS. Kerja sama ini termasuk dalam agenda diplomasi G20 untuk meningkatkan ketahanan energi global. Selain AS, Indonesia juga membangun kerja sama dengan Norwegia, Jepang, dan Prancis dalam teknologi energi terbarukan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Indonesia memiliki bahan bakar hidrogen melimpah dari air, gas alam, dan batu bara rendah kalori. Potensi air untuk industri hidrogen mencapai 21 GW di Mamberamo, Papua, dan 14 GW di Sungai Kayan. Dengan pemanfaatan sumber daya domestik, pemerintah bertarget mencapai swasembana energi serta mengurangi ketergantungan pada pasokan asing. Direktorat EBTKE Kementerian ESDM mengungkapkan ada 93 inisiatif pengembangan ekosistem hidrogen dengan investasi Rp32 triliun. Proyek-proyek seperti di Sumba dan Pulau Rengit akan menggunakan teknologi surya dan hidrogen sebagai penyimpanan energi, dengan biaya listrik diperkirakan turun dari Rp20.000/kWh (US$1/kWh) menjadi Rp6.250/kWh (US$0,25/kWh).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 17.00
Surplus Hidrogen capai 125 Ton per Tahun, Indonesia Jajaki Kerja Sama dengan AS
Berita terkait
RI Jajaki Peluang Kerja Sama EBT dengan AS hingga Norwegia
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 18.14
RUA AlHaram AlMakki Gandeng Malaysia dan Brunei, Bidik Proyek Rp500 Triliun di Makkah
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 22.22
Kedubes Kosta Rika Sebut “Bhinneka Tunggal Ika” Cocok untuk Komunitas Global
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 12.44
RI Bidik Kerja Sama Pengelolaan Air-Ketahanan Pangan dengan Swiss
Detik.com · 30 September 2026 pukul 23.12