Jakarta · Jumat, 2 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

RI Bakal Gaet Perusahaan AS untuk Garap Hidrogen

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia berencana bekerja sama dengan perusahaan Amerika Serikat untuk mengembangkan energi hidrogen. Hal ini didasari pada potensi besar Indonesia yang belum dimanfaatkan, sekaligus mengadopsi teknologi unggul AS. Kerja sama ini termasuk dalam agenda diplomasi G20 untuk meningkatkan ketahanan energi global. Selain AS, Indonesia juga membangun kerja sama dengan Norwegia, Jepang, dan Prancis dalam teknologi energi terbarukan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Indonesia memiliki bahan bakar hidrogen melimpah dari air, gas alam, dan batu bara rendah kalori. Potensi air untuk industri hidrogen mencapai 21 GW di Mamberamo, Papua, dan 14 GW di Sungai Kayan. Dengan pemanfaatan sumber daya domestik, pemerintah bertarget mencapai swasembana energi serta mengurangi ketergantungan pada pasokan asing. Direktorat EBTKE Kementerian ESDM mengungkapkan ada 93 inisiatif pengembangan ekosistem hidrogen dengan investasi Rp32 triliun. Proyek-proyek seperti di Sumba dan Pulau Rengit akan menggunakan teknologi surya dan hidrogen sebagai penyimpanan energi, dengan biaya listrik diperkirakan turun dari Rp20.000/kWh (US$1/kWh) menjadi Rp6.250/kWh (US$0,25/kWh).

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait