RI Jajaki Peluang Kerja Sama EBT dengan AS hingga Norwegia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia sedang menjajaki kerja sama pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dengan beberapa negara, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Norwegia. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyampaikan bahwa Indonesia akan bekerja sama dengan perusahaan AS untuk pengembangan hidrogen, sekaligus memanfaatkan pengalaman Norwegia dalam pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Indonesia memiliki cadangan hidrogen yang cukup besar namun belum dimanfaatkan secara optimal, sementara Norwegia berhasil mengembangkan PLTA hingga menyumbang 90% listrik nasionalnya. Dengan teknologi dan pengalaman dari Norwegia, Indonesia berharap dapat mengoptimalkan potensi sungai besar yang ada untuk pengembangan PLTA.
Selain AS dan Norwegia, Indonesia juga akan berkolaborasi dengan Jepang dan Prancis dalam pengembangan EBT. Yuliot menyampaikan hal ini saat mengunjungi G20 Energy Abundance Ministerial Meeting di Houston, Texas, pada September 2026. Beberapa negara telah menyepakati kerja sama teknologi serta komitmen untuk berbagi pengalaman dalam pengembangan energi terbarukan.
Di sisi lain, pemerintah juga menjajaki kerja sama teknologi di sektor migas dengan perusahaan ExxonMobil. Yuliot menyampaikan bahwa ExxonMobil mampu memproduksi minyak sekitar 4,8 juta barel per hari menggunakan superkomputer, dan berencana meningkatkan produksi hingga 5,6 juta barel per hari pada 2029-2030. Kerja sama ini bertujuan memanfaatkan teknologi canggih dari ExxonMobil untuk pengembangan sektor energi di Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 17.00
Surplus Hidrogen capai 125 Ton per Tahun, Indonesia Jajaki Kerja Sama dengan AS
Berita terkait
Operasional PLTA Batang Toru Rp 21 Triliun Dipercepat
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 22.20
RI Bakal Belajar dari Norwegia untuk Kembangkan PLTA
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 20.10
RI Bakal Gaet Perusahaan AS untuk Garap Hidrogen
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 18.15
Data Center Sedot Banyak Air dan Energi, Ini Tanggapan Wamen ESDM
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 18.00