Tabungan Menipis, Warga RI Andalkan Kartu Kredit-Paylater Buat Belanja
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Masyarakat Indonesia semakin bergantung pada fasilitas pinjaman seperti kartu kredit, paylater, dan pinjaman online untuk memenuhi kebutuhan hidup. Berdasarkan Mandiri Spending Index, indeks pinjaman pada Juni 2026 mencapai 157,7 dengan pertumbuhan 24,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Total outstanding pinjaman dari ketiga sumber ini mencapai Rp160,7 triliun pada Mei 2026, dengan pinjaman online mendominasi sebesar Rp103,7 triliun atau 65% dari total. Sementara itu, pertumbuhan tertinggi ditunjukkan oleh paylater sebesar 53,6% YoY.
Porsi pinjaman untuk kebutuhan konsumtif meningkat menjadi 86% pada April 2026, menunjukkan bahwa pinjaman lebih banyak digunakan untuk konsumsi rumah tangga daripada kegiatan produktif. Di sisi lain, Mandiri Saving Index turun menjadi 84,8 dengan kontraksi 5,7% YoY, menandakan tingkat tabungan masyarakat melemah. Hal ini mengindikasikan bahwa konsumsi semakin ditopang oleh leverage rumah tangga.
Para ahli menekankan pentingnya penguatan tingkat penghasilan dan kebijakan untuk menjaga pendapatan disposabel agar konsumsi dapat berlangsung lebih sehat dan tidak bergantung pada pinjaman.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 06.25
Gubernur BI Harus Independen, Tidak Boleh Sarat Intervensi
Liputan6.com · 28 Juli 2026 pukul 17.00
BRI Multiguna Pre-Approved, Solusi Pembiayaan Praktis untuk Beragam Kebutuhan Nasabah Terpilih
Berita terkait
Finansial Kian Terjepit, Kemampuan Menabung Warga RI Diramal Turun
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 07.12
Tabungan Susut-Belanja Andalkan Pinjaman, Warga RI Butuh Naik Gaji?
CNBC Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 14.55
Refleksi HUT ke-81 RI: Kelas Menengah Jungkir Balik Pikul Beban Berat
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 11.17
Purbaya: Penerimaan pajak tumbuh 30 persen per Agustus 2026
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 20.31