Tak Sekedar Warga Pindah, AHY Ingin Kawasan Transmigrasi Jadi Tujuan Investasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311239/original/051079300_1785394788-WhatsApp_Image_2026-07-29_at_8.03.17_PM.jpeg)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengusulkan perubahan paradigma program transmigrasi dari pemindahan penduduk menjadi pengembangan kawasan yang menarik investasi, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Langkah strategisnya melibatkan generasi muda, khususnya mahasiswa, melalui Tim Ekspedisi Patriot 2026 yang diinisiasi Kementerian Transmigrasi. Sebanyak 1.476 peserta, termasuk mahasiswa, peneliti, dan sivitas akademika, akan diterjunkan ke kawasan transmigrasi di berbagai daerah untuk memetakan potensi wilayah dan menyusun rekomendasi berbasis data. Para peserta akan mengidentifikasi potensi dan tantangan di sektor-sektor seperti pertanian, perkebunan, pariwisata, ekonomi kreatif, industri, dan hilirisasi.
Kementerian Transmigrasi memastikan keamanan peserta dengan berkoordinasi bersama Kapolri, TNI, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat, serta menyiapkan sistem pemantauan 24 jam melalui posko khusus. Hasil observasi diharapkan menjadi masukan strategis bagi pemerintah untuk menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, dengan data empiris dari lapangan sebagai fondasi penting. Tujuan akhirnya adalah menjadikan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 29 Juli 2026 pukul 21.43
Pendiri Jababeka: Pengembangan Ekonomi Kawasan Transmigrasi Butuh Terobosan Regulasi
CNN Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 11.40
Pakar: RI Masih Punya Modal Kuat Jadi Magnet Investasi Global
CNBC Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 10.45
Ini Dia Tol Baru Pembelah Sumsel-Jambi yang Ditarget Selesai di 2027
CNBC Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 06.15
Pengusaha Kakap China Datang dan Investasi di IKN, Alasannya Tak Terduga
Berita terkait
RI Mau Bangun Pusat Ekonomi Baru di Batam dan Sulbar, Ini Lokasinya
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 17.20
Indonesia Butuh Investasi Rp8.705 Triliun di 2027, Wamenkeu Sebut APBN Tak Cukup
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 18.30
Mentrans Sebut Transmigrasi Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kawasan
Detik.com · 1 Agustus 2026 pukul 19.05
HUT ke-81 RI, Gubernur Luthfi Klaim Kemiskinan Jateng Turun Jadi 9,21 Persen
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 19.40