Tambal Defisit 2,4%, Kemenkeu Ungkap Strategi Tarik Utang di 2027
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Keuangan mengungkapkan strategi penarikan utang untuk menambal defisit APBN 2027 sebesar Rp 671,2 triliun atau setara dengan 2,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Plt Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal Ferry Ardiyanto menyatakan bahwa pemerintah akan mencari pembiayaan yang aman, murah, dan terukur untuk mengelola keuangan negara secara berkelanjutan. Tiga strategi utama diterapkan: pertama, memprioritaskan pembiayaan dari Surat Berharga Negara (SBN) domestik untuk mengurangi risiko eksternal; kedua, melakukan active debt management seperti liability management untuk menekan biaya bunga; ketiga, menjaga keseimbangan tenor utang antara jangka pendek dan panjang agar tidak terjadi penumpukan risiko. Dengan strategi ini, rasio utang terhadap PDB diharapkan tetap berada pada level yang aman. Pemerintah juga menetapkan APBN 2027 sebesar Rp 4.097,2 triliun, naik dari Rp 3.842,7 triliun pada 2026. Belanja negara direncakan naik menjadi Rp 4.097,2 triliun, sementara pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp 3.426,0 triliun, juga mengalami kenaikan dari Rp 3.153,6 triliun pada 2026. Selisih antara belanja dan pendapatan inilah yang akan ditambal dengan penerbitan utang sebesar Rp 671,2 triliun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 00.02
Status Kepegawaian Guru PPPK Dialihkan ke Pemerintah Pusat, Kondisi Fiskal Tetap Aman
Berita terkait
Penerimaan Pajak Naik 30 Persen, Purbaya Targetkan Pendapatan Negara Rp3.426 Triliun
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 21.58
Puan Minta Defisit APBN-Utang Dikelola Hati-hati dan Bertanggung Jawab
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 15.15
Purbaya Jawab Kabar Batas Defisit APBN 3% Mau Dihapus
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 17.33
Tunjangan Kinerja TNI Naik Dipastikan Tak Tambah Defisit APBN
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 20.14