Tambal APBN, Ini Rencana Utang Pemerintah hingga Akhir Tahun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan strategi penerbitan surat utang negara (SBN) untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan hingga akhir tahun tidak mengalami perubahan. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Kemenkeu Suminto menegaskan bahwa penerbitan SBN domestik tetap dilakukan melalui lelang SUN dan SBSN setiap hari Selasa, sesuai dengan outlook defisit APBN 2026 sebesar 2,85%. Strategi ini bertujuan menjaga supply risk penerbitan SBN dan menjaga imbal hasilnya tetap stabil. Pemerintah tetap menerbitkan dua seri SBN ritel, yaitu Sukuk Tabungan dan SBN ritel konvensional, serta mempertimbangkan penerbitan SBN dalam valuta asing tergantung kondisi pasar. Pinjaman dari Bank Dunia, ADB, dan AIIB juga telah tersedia untuk dicairkan bila diperlukan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 10.11
APBN Kita Defisit Rp240,1 Triliun per Agustus 2026
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 15.50
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas 334 Kg per 14 September
Detik.com · 18 September 2026 pukul 15.02
Dana Pemerintah Rp 200 T Lanjut Parkir di Himbara Sampai Juli 2027
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 14.51
Menkeu Luruskan Efisiensi APBN: Bukan Langsung Main Potong Anggaran
Berita terkait
Purbaya: Defisit APBN per Akhir Agustus 2026 Sebesar 0,9% PDB
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 11.10
Tambal Defisit 2,4%, Kemenkeu Ungkap Strategi Tarik Utang di 2027
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 13.23
Penerimaan Pajak Naik 30 Persen, Purbaya Targetkan Pendapatan Negara Rp3.426 Triliun
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 21.58
Purbaya Jawab Kabar Batas Defisit APBN 3% Mau Dihapus
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 17.33