Jakarta · Kamis, 17 September 2026Cari
WargaKonoha

Tanggapi Peran Nusron di Pilpres, Prabowo Seperti Melihat Jasa Dadan Hindayana, Tapi Kalau Korupsi Rela 'Digaruk' Juga

Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak akan mencampuri penanganan kasus dugaan suap Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor yang melibatkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid. Pernyataan ini disampaikan Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suranto, yang dianggap sebagai sinyal dukungan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menyelidiki kasus tersebut. Sejak operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 15 September 2026, Nusron Wahid tidak muncul di publik dan absen dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR RI. Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan menyatakan bahwa Nusron berada di Jakarta dan tidak sakit, namun jadwalnya belum pasti.

Presiden Prabowo sebelumnya juga membuktikan komitmennya dalam kasus korupsi terhadap mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, yang merupakan bagian dari tim suksesnya. Meskipun pernah memuji kinerja Dadan dalam program Makan Bergizi Gratis, Prabowo tetap menyerahkan kasus tersebut ke kejaksaan. Hal yang sama juga dilakukan dalam kasus penyitaan Hotel Sultan milik Ponco Sutowo, sahabat dekatnya.

Hersubeno Arief menilai sikap Istana ini bukan sekadar retorika. Namun, ia menekankan bahwa kasus ini menjadi ujian besar bagi komitmen antikorupsi pemerintahan baru, mengingat latar belakang politik kuat Nusron sebagai Sekretaris Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, Ketua DPP Golkar, dan kader penting Nahdlatul Ulama (NU). Publik kini menunggu klarifikasi dari Nusron dan langkah lebih lanjut dari KPK.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait