Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

Tangkap Potensi Carbon Trading dari PLTP Gunung Salak, PLN IP-South Pole AG Teken Kerja Sama ERPA

PLN Indonesia Power (PLN IP) menandatangani Second Amendment to Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) untuk proyek Capacity Upgrade of Gunung Salak Geothermal Power Plant Project Indonesia, dalam kolaborasi dengan South Pole AG. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN IP, Julita Indah, dan Specialist Business Development Sustainable Technologies South Pole AG, Fadri Mokolintad. Proyek ini bertujuan mengembangkan aset karbon dari peningkatan kapasitas PLTP Gunung Salak, yang potensi pengurangan emisinya dapat dimonetisasi menjadi aset karbon bernilai ekonomi dan diperdagangkan.

Direktur Utama PLN IP, Bernadus Sudarmanta, menegaskan bahwa pengembangan aset karbon menjadi peluang untuk menciptakan nilai tambah dari operasional pembangkit berbasis energi bersih. Menurutnya, pengembangan energi terbarukan tidak hanya fokus pada penyediaan energi yang lebih bersih, tetapi juga pada pengelolaan potensi pengurangan emisi sebagai nilai tambah yang berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan komitmen PLN IP dalam mengoptimalkan potensi pembangkit energi terbarukan melalui inovasi dan skema pengembangan yang mendukung transisi energi.

Berita terkait