Tangkap Potensi Carbon Trading dari PLTP Gunung Salak, PLN IP-South Pole AG Teken Kerja Sama ERPA
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PLN Indonesia Power (PLN IP) menandatangani Second Amendment to Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) untuk proyek Capacity Upgrade of Gunung Salak Geothermal Power Plant Project Indonesia, dalam kolaborasi dengan South Pole AG. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN IP, Julita Indah, dan Specialist Business Development Sustainable Technologies South Pole AG, Fadri Mokolintad. Proyek ini bertujuan mengembangkan aset karbon dari peningkatan kapasitas PLTP Gunung Salak, yang potensi pengurangan emisinya dapat dimonetisasi menjadi aset karbon bernilai ekonomi dan diperdagangkan.
Direktur Utama PLN IP, Bernadus Sudarmanta, menegaskan bahwa pengembangan aset karbon menjadi peluang untuk menciptakan nilai tambah dari operasional pembangkit berbasis energi bersih. Menurutnya, pengembangan energi terbarukan tidak hanya fokus pada penyediaan energi yang lebih bersih, tetapi juga pada pengelolaan potensi pengurangan emisi sebagai nilai tambah yang berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan komitmen PLN IP dalam mengoptimalkan potensi pembangkit energi terbarukan melalui inovasi dan skema pengembangan yang mendukung transisi energi.
Bagikan
Berita terkait
PLN IP Kembangkan Aset Karbon dari Pengurangan Emisi PLTP Gunung Salak
JPNN.com · 15 September 2026 pukul 03.40
PLN IP Pertebal Portofolio Energi Terbarukan Lewat Program PLTS 100 GWp, Apa saja Proyeknya?
JawaPos · 14 September 2026 pukul 22.30
PLN IP Gandeng South Pole Swiss Kembangkan Aset Karbon dari PLTP Gunung Salak
kumparan · 9 September 2026 pukul 04.00
PLN IP Kembangkan Aset Karbon dari PLTP Gunung Salak
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 20.00