PLN IP Kembangkan Aset Karbon dari Pengurangan Emisi PLTP Gunung Salak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PLN Indonesia Power (PLN IP) mengembangkan aset karbon dari pengurangan emisi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Salak sebagai bagian dari upaya optimalisasi energi bersih dan keberlanjutan energi terbarukan di Indonesia. Langkah ini dilakukan melalui penandatanganan Second Amendment to Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) untuk proyek Capacity Upgrade of Gunung Salak Geothermal Power Plant Project Indonesia, yang ditandatangani dalam acara INDOEBTKE CONEX 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada Rabu (2/9). Kolaborasi ini merupakan lanjutan kerja sama antara PLN IP dan South Pole AG dalam pengembangan aset karbon dari peningkatan kapasitas PLTP Gunung Salak. Potensi pengurangan emisi dari peningkatan kapasitas tersebut kemudian dimonetisasi menjadi aset karbon yang bernilai ekonomi dan dapat diperdagangkan. Direktur Utama PLN IP, Bernadus Sudarmanta, menyatakan bahwa pengembangan aset karbon menjadi peluang untuk menciptakan nilai tambah dari operasional pembangkit energi bersih. Menurutnya, pengembangan energi baru terbarukan tidak hanya fokus pada penyediaan energi yang lebih bersih, tetapi juga pada pengelolaan setiap potensi pengurangan emisi sebagai nilai tambah yang berkelanjutan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 14 September 2026 pukul 22.30
PLN IP Pertebal Portofolio Energi Terbarukan Lewat Program PLTS 100 GWp, Apa saja Proyeknya?
Berita terkait
PLN IP Gandeng South Pole Swiss Kembangkan Aset Karbon dari PLTP Gunung Salak
kumparan · 9 September 2026 pukul 04.00
PLN IP Kembangkan Aset Karbon dari PLTP Gunung Salak
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 20.00
Aset Karbon PLTP Gunung Salak Jadi Sumber Ekonomi Baru
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 17.21
PLTP Gunung Salak Mulai Kembangkan Aset Karbon
Detik.com · 7 September 2026 pukul 11.37