Jakarta · Selasa, 15 September 2026Cari
WargaKonoha

PLN IP Kembangkan Aset Karbon dari Pengurangan Emisi PLTP Gunung Salak

PLN Indonesia Power (PLN IP) mengembangkan aset karbon dari pengurangan emisi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Salak sebagai bagian dari upaya optimalisasi energi bersih dan keberlanjutan energi terbarukan di Indonesia. Langkah ini dilakukan melalui penandatanganan Second Amendment to Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) untuk proyek Capacity Upgrade of Gunung Salak Geothermal Power Plant Project Indonesia, yang ditandatangani dalam acara INDOEBTKE CONEX 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada Rabu (2/9). Kolaborasi ini merupakan lanjutan kerja sama antara PLN IP dan South Pole AG dalam pengembangan aset karbon dari peningkatan kapasitas PLTP Gunung Salak. Potensi pengurangan emisi dari peningkatan kapasitas tersebut kemudian dimonetisasi menjadi aset karbon yang bernilai ekonomi dan dapat diperdagangkan. Direktur Utama PLN IP, Bernadus Sudarmanta, menyatakan bahwa pengembangan aset karbon menjadi peluang untuk menciptakan nilai tambah dari operasional pembangkit energi bersih. Menurutnya, pengembangan energi baru terbarukan tidak hanya fokus pada penyediaan energi yang lebih bersih, tetapi juga pada pengelolaan setiap potensi pengurangan emisi sebagai nilai tambah yang berkelanjutan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait