TASPEN dan PELNI Perkuat Sinergi Hadapi Maraknya Penipuan Digital Mengatasnamakan Perusahaan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316635/original/051316300_1785980167-af4b0467-9288-4a82-9ac3-df66120501c6.jpeg)
TASPEN menerima kunjungan PT PELNI untuk berbagi praktik terbaik dalam menghadapi penipuan digital yang mengatasnamakan perusahaan. Pertemuan di Jakarta pada 3 Agustus ini membahas strategi mitigasi, penanganan pengaduan masyarakat, pelaporan akun palsu dan situs phishing, serta edukasi publik untuk melindungi masyarakat. Corporate Secretary TASPEN, Henra, menekankan pentingnya langkah antisipatif yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan dalam menghadapi ancaman yang semakin kompleks.
Dari Januari 2025 hingga Juli 2026, TASPEN telah melaporkan 444 akun terindikasi penipuan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital, menerbitkan 138 publikasi peringatan penipuan, dan memperkuat edukasi melalui konten di Instagram, TikTok, dan YouTube. Video edukasi TASPEN di Instagram telah ditonton lebih dari 190 ribu kali. TASPEN juga menggaungkan kampanye #TahanPastikanLaporkan untuk mengingatkan masyarakat tetap waspada, memverifikasi informasi, dan melapor penipuan.
Kolaborasi dengan PELNI mencerminkan komitmen TASPEN di bawah Danantara untuk memperkuat sinergi antar-BUMN, meningkatkan kualitas layanan dan perlindungan publik, serta mendukung pengembangan Center of Excellence Customer Experience.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 8 Agustus 2026 pukul 02.47
Serangan Siber Tembus 1,52 Miliar Kali, Penipuan Digital Capai Rp 7,5 Triliun
Berita terkait
Shopee Ungkap Tiga Modus Penipuan Digital, Pengguna Diminta Waspada
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 10.26
Waspada CS Palsu di WhatsApp dan Medsos, Orderkuota Bongkar Modus Penipuan Digital Terbaru
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 12.00
Marak Penipuan CS Bodong di Medsos, Orderkuota Minta Pengguna Waspada
JPNN.com · 19 September 2026 pukul 16.26
AI Bikin Penipuan Makin Sulit Dikenali, Wamenkomdigi Nezar Ungkap Kerugian Rp 9,1 Triliun
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 08.15