Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AI Bikin Penipuan Makin Sulit Dikenali, Wamenkomdigi Nezar Ungkap Kerugian Rp 9,1 Triliun

Kecerdasan buatan (AI) semakin mempermudah pelaku kejahatan digital melakukan penipuan, karena kemampuan seperti deepfake dan suara sintetis dapat dengan mudah meniru wajah atau suara orang terdekat korban. Akibat penipuan berbasis AI ini, Indonesia dilaporkan mengalami kerugian mencapai Rp9,1 triliun. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan hal ini dalam Kaspersky's Academic Partners Summit 2026 di Jakarta, menegaskan bahwa AI tidak menciptakan ancaman baru, tetapi mempercepat kemampuan dan jangkauan penipuan yang sudah ada.

Di kawasan Asia-Pasifik, Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan total kerugian akibat penipuan daring mencapai USD 114 miliar pada tahun 2026. Ancaman ini semakin sulit dideteksi karena teknologi AI yang canggih kini tersedia secara luas, bahkan bagi kelompok yang tidak memiliki latar belakang teknis.

Untuk menghadapi ancaman ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengusung pembangunan sistem keamanan siber yang lebih proaktif. Nezar menekankan pentingnya menggabungkan keamanan sejak tahap awal pengembangan teknologi, sehingga inovasi dapat berkembang tanpa mengorbankan akuntabilitas dan ketahanan siber.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait