Marak Penipuan CS Bodong di Medsos, Orderkuota Minta Pengguna Waspada
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Maraknya penipuan digital yang mengatasnamakan Orderkuota semakin meresahkan. Para pelaku kejahikan siber ini menggunakan modus struktur dengan memanipulasi informasi kontak Customer Service (CS) palsu melalui mesin pencari Google hingga media sosial. Mereka mengeksploitasi optimasi mesin pencari (SEO Spam) dan peretasan konten pada situs web resmi instansi pemerintah (domain .go.id atau situs desa) untuk menanamkan artikel berisi nomor WhatsApp CS palsu agar muncul di halaman pertama Google pencarian. Tautan hasil manipulasi ini kemudian disebar di media sosial seperti Facebook, Instagram, dan YouTube dalam bentuk video atau komentar bernarasi bantuan instan.
Menanggapi fenomena ini, manajemen Orderkuota melalui Tim Legal, Aprillya membongkar pola permainan para penipu agar masyarakat tidak menjadi korban. Pelaku secara spesifik mengeksploitasi kepanikan dan urgensi pengguna yang sedang mengalami kendala transaksi. Narasi utama yang mereka jual adalah jaminan penyelesaian instan dan layanan supercepat tanpa antrean. Saat korban yang sedang panik terhubung ke nomor WhatsApp palsu, pelaku berpura-pura menjadi tim teknis untuk memanipulasi korban.
Orderkuota melalui Aprillya memastikan bahwa layanan resmi hanya tersedia melalui situs web resmi dan aplikasi resmi Orderkuota. Pengguna disarankan untuk selalu memverifikasi nomor kontak resmi dan tidak mudah percaya pada penawaran instan di media sosial.
Bagikan
Berita terkait
AI Bikin Penipuan Makin Sulit Dikenali, Wamenkomdigi Nezar Ungkap Kerugian Rp 9,1 Triliun
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 08.15
BSSN sebut tren AI ubah lanskap serangan siber AI di sektor keuangan
ANTARA News · 13 Agustus 2026 pukul 19.46
Akun WhatsApp Diblokir Mendadak Jadi Korban Judol, Begini Modusnya
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 16.25
Erdogan Kuasai Siber Turki, Internet dan Medsos Warga Terancam
CNBC Indonesia · 9 Agustus 2026 pukul 20.45