TBS Cetak Laba Kotor US$28,2 Juta, Bisnis Limbah dan Kendaraan Listrik Jadi Penopang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mencatat laba kotor US$28,2 juta pada semester I 2026, melonjak lebih dari dua kali lipat dari US$13,9 juta tahun sebelumnya. Kinerja ini didorong pergeseran portofolio ke bisnis pengelolaan limbah dan ekosistem kendaraan listrik. Non-batu bara kini menyumbang 66,5% pendapatan konsolidasi (dari 31,4% batu bara), dengan margin kotor mencapai 16,3% dari 8,1%. Arus kas operasi berbalik positif US$14,6 juta setelah negatif US$31,6 juta pada 2025. Limbah menjadi kontributor utama dengan pendapatan US$105,9 juta (61,2% konsolidasi) dan EBITDA US$23,6 juta. Electrum mencatat pertumbuhan 184% menjadi US$9,1 juta dengan 14.000 unit motor listrik dan 550 Battery Swapping Station. Segmen batu bara pendapatan turun 4,1% tetapi laba kotor naik 11x menjadi US$9,3 juta.
Bagikan
Berita terkait
TOBA Ubah Haluan Bisnis, Bakal Ada Aksi Korporasi Jumbo
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 11.15
TBS Bukukan Laba Kotor USD28,2 Juta, Bisnis Non-Batu Bara Makin Unggul
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 18.44
Baterai Mobil Listrik Bekas Segera Menumpuk, Regulasi Recycling di Indonesia Belum Siap?
JawaPos · 28 Agustus 2026 pukul 17.00
LG Setop Produksi Panel Surya, Ini Alasannya
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 14.00