Tekstil hingga Baja Kesulitan Pembiayaan, Purbaya Minta LPEI Turun Tangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9347214/original/086954900_1789284732-WhatsApp_Image_2026-09-13_at_13.37.26.jpeg)
Industri tekstil, sepatu, dan baja di Indonesia mengalami kesulitan mendapatkan pembiayaan akibat tekanan globalisasi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) turun tangan dengan menawarkan bunga pembiayaan yang lebih murah. Purbaya membuka kemungkinan penyesuaian target pendapatan bunga LPEI jika tingkat pembiayaan terlalu tinggi. LPEI diminta berkomunikasi langsung dengan pelaku industri untuk mengidentifikasi kebutuhan pembiayaan. Selain tekstil, sektor furnitur juga membutuhkan dukungan pembiayaan dari LPEI sebagai policy bank yang memiliki mandat mengisi kesenjangan pasar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 08.20
Purbaya Desak LPEI Beri Kredit Murah Buat Industri Tekstil hingga Baja
Detik.com · 13 September 2026 pukul 14.41
17 Tahun Berdiri, LPEI Perkuat Peran 'Policy Bank' Dukung Ekspor Nasional
Berita terkait
Saat Bank Komersial Enggan Biayai, LPEI Turun Tangan Bantu Eksportir
Liputan6.com · 13 September 2026 pukul 16.00
Purbaya Siapkan Jurus Baru Buat UMKM, PIP hingga LPEI Bakal Dikerahkan
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.20
PNM Bergerak Siapkan Ekosistem Pembiayaan Mekaar Bunga Delapan Persen
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.15
Industri Tekstil RI Mulai Bangkit, Ekspor Tembus US$4,85 Miliar dan Serap 3,8 Juta Tenaga Kerja
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 07.55