Tembus Rp 25,29 Triliun, KUR Perumahan Mayoritas Dinikmati UMKM
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350246/original/080824800_1789603702-IMG_3941.jpg)
Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan pemerintah telah menyerap dana sebesar Rp 25,29 triliun per 16 September 2026, dengan 108.000 penerima manfaat yang mayoritas merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurut Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, program ini tidak hanya digunakan untuk pembangunan atau pembelian rumah baru, tetapi juga untuk renovasi, yang telah mencapai 86.900 unit. Maruarar menyampaikan bahwa tanpa program ini, sekitar 80.000 rumah tidak akan direnovasi. Melihat tingginya penyerapan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menaikkan plafon KUR Perumahan dari Rp 36 triliun menjadi Rp 50 triliun pada Juni 2026. Maruarar yakin jumlah rumah yang direnovasi akan melebihi 100.000 unit di akhir tahun.
Bagikan
Berita terkait
Menteri UMKM Siapkan Kebijakan Khusus buat Hadapi Aturan Wajib Halal
Detik.com · 14 September 2026 pukul 16.31
Rumah Jadi Tempat Usaha, UMKM Bisa Ajukan Kredit
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 07.45
BTN Salurkan KPP Rp7,4 Triliun, Menteri PKP: Manfaat Program ini Sangat Luar Biasa
JPNN.com · 13 September 2026 pukul 03.13
Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas, BTN Salurkan KPP Senilai Rp7,4 Triliun
Warta Ekonomi · 12 September 2026 pukul 20.42