Tepatkah Pembukaan Rekening untuk 200 Juta Warga Indonesia?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah berencana membuka rekening bank massal bagi 200 juta warga Indonesia dengan alokasi dana APBN Rp11 triliun, di mana setiap rekening mendapat saldo Rp50.000. Program ini akan dilaksanakan oleh BRI dan BSI, dengan BSI khusus melayani Provinsi Aceh. Data kependudukan dari Kemendagri akan dipadankan dengan sistem Bank Indonesia untuk proses penyediaan rekening tersebut.
Namun, ekonom INDEF mengkritik rencana ini dan menyarankan agar program difokuskan hanya pada 46,5 juta penduduk yang belum memiliki rekening (unbanked) guna efisiensi anggaran menjadi Rp2,325 triliun. Pembukaan rekening massal dikhawatirkan meningkatkan jumlah rekening tidak aktif (dormant) yang berisiko disalahgunakan untuk tindak kriminal. Pemerintah didorong untuk memperjelas tujuan program, meningkatkan inklusi keuangan syariah, serta memastikan tata kelola fiskal yang disiplin dalam APBN 2027.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 13 September 2026 pukul 06.00
OJK Sebut Pembukaan Rekening Massal agar Generasi Muda Gemar Menabung
kumparan · 12 September 2026 pukul 16.30
Rekening Otomatis Usia 17 Tahun Berpotensi Dongkrak DPK-Kredit Jangka Panjang
kumparan · 11 September 2026 pukul 13.49
Rekening Otomatis Usia 17 Tahun, Komisi I Minta Antisipasi Risiko Penyalahgunaan
JPNN.com · 11 September 2026 pukul 10.44
Ekonom Ingatkan Implikasi Pembukaan Rekening Massal
Berita terkait
Rp11 Triliun APBN Disiapkan untuk Saldo Rekening Masyarakat, Ini Penjelasan Purbaya
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 02.47
Rekening Massal 200 Juta Warga Bakal Diisi Rp50 Ribu, Pemerintah Siapkan Rp11 Triliun
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 02.17
Warga 17 Tahun RI Dapat Rekening Plus Saldo Rp50 Ribu, Dana dari APBN
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 17.18
Warga Usia 17 Tahun Auto Punya Rekening, Kalau Nekat Dipakai Judol...
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 05.38