Rupiah Dibuka Melemah, Dibayangi Konflik Timur Tengah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,28 persen ke posisi Rp17.780 per dolar AS. Analis Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah akan fluktuatif di rentang Rp17.750 - Rp18.000 akibat tekanan geopolitik di Timur Tengah, terutama konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran.
Ketidakpastian pasokan minyak dunia meningkat setelah adanya serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz. Selain itu, pasar mencermati potensi aksi militer Amerika Serikat terhadap Iran serta upaya diplomatik China untuk meredakan ketegangan guna memulihkan distribusi energi global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 21 September 2026 pukul 15.58
BI: Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kekhawatiran tensi geopolitik
Liputan6.com · 21 September 2026 pukul 14.00
Harga Minyak Dunia 21 September 2026 Tergelincir 2,2%
JawaPos · 20 September 2026 pukul 15.00
Gejolak Geopolitik Timur Tengah Bayangi Pasar, Harga Emas Diprediksi Makin Berkilau
kumparan · 21 September 2026 pukul 16.13
IHSG Ditutup Melemah 0,88% ke Level 6.384 di Tengah Penguatan Bursa Asia
Berita terkait
Rupiah Melemah, IHSG Turun 1,13% ke 6.461 Sore Ini
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 16.39
Trump Ngaku Tergoda Ambil Minyak Iran, Perang Disebut Bisa Balik Modal
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 13.35
Jalur Pipa Saudi Ditutup, Harga Minyak Dunia Tembus US$107
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 06.45
Gejolak Harga Minyak Dunia, Rupiah Diramal Tembus Rp17.850 Pekan Depan
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 16.14