Trump Akui Ada Jalur Komunikasi Rahasia AS dengan IRGC, Tapi Tetap Desak Iran Menyerah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi adanya jalur komunikasi rahasia antara pejabat AS dan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Pengakuan ini disampaikan dalam wawancara telepon dengan Fox News yang disiarkan Senin (17/8/2026). Trump menyebut komunikasi berlangsung tanpa perantara maupun keterlibatan pejabat politik Iran.
Meski jalur komunikasi rahasia itu aktif, Trump tetap mendesak Iran menyerah dan menghentikan seluruh ambisi senjata nuklirnya. Pernyataan ini disampaikan bersamaan dengan berakhirnya tenggat gencatan senjata 60 hari antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik terkait Iran. Trump menegaskan masih ada waktu mencapai perdamaian jika Iran memenuhi tuntutan utama AS, namun menegaskan tujuannya tetap sama: memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir dalam bentuk apa pun.
Trump juga membantah bahwa pertimbangan politik domestik, khususnya pemilu sela AS, memengaruhi strategi militernya terhadap Iran. Ia menggambarkan kondisi Iran sebagai negara yang semakin terdesak pasca tewasnya sejumlah pemimpin dan pejabat penting negara tersebut dalam serangan sebelumnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 06.10
Trump Emosi, Ancam Bom Negara Arab Kaya Ini Gegara Selat Hormuz-Iran
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 19.53
Halangi Pembukaan Selat Hormuz, Trump Ancam Bombardir Oman
Berita terkait
IRGC Sebut Trump Pembohong Besar, AS Gagal dan Harus Tinggalkan Timur Tengah
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 17.39
Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Trump Tolak Tawaran Damai Iran
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 14.46
Trump Dukung Larangan Ekspor Solar AS
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 10.00
Trump Ancam Mau Binasakan Iran di Sidang PBB, IRGC Beri Peringatan
Detik.com · 23 September 2026 pukul 09.20