Halangi Pembukaan Selat Hormuz, Trump Ancam Bombardir Oman
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Di Washington, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan membombardir Oman secara habis-habisan jika negara itu menghalangi upaya pembukaan kembali Selat Hormuz. Ancaman tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox News. "Jika Oman menghalangi, kami akan membombardir mereka habis-habisan," katanya. Iran menyatakan telah melakukan pembicaraan dengan Oman mengenai pembukaan kembali jalur air strategis tersebut.
Selain ancaman terhadap Oman, Trump mengatakan bahwa Iran harus mengibarkan bendera putih tanda menyerah. Pemerintahannya telah menjalin jalur komunikasi langsung atau backchannel dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Trump menegaskan bahwa ia tidak berada di bawah tekanan untuk segera mengakhiri konflik tersebut. Mengenai IRGC, Trump berkata mereka adalah pemain poker yang hebat tetapi sedang sekarat. Ia menambahkan bahwa dirinya tidak punya jadwal waktu tertentu dan tidak terburu-buru.
Saat ditanya mengenai stok senjata Amerika Serikat yang ditempatkan di Timur Tengah, Trump menyatakan bahwa apa yang telah digunakan sejauh ini hanyalah sebagian kecil dari total yang ada.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 05.27
Sesumbar Trump Dibalas Ejekan Iran 'Sembunyi di Truk Makanan'
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 10.20
Iran & Oman Capai Kesepakatan Soal Peta Rute Pelayaran di Selat Hormuz
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 10.00
Iran dan Oman Sepakati Peta Rute Pelayaran di Selat Hormuz
ANTARA News · 16 Agustus 2026 pukul 09.18
Iran dan Oman capai kesepakatan soal Selat Hormuz
Berita terkait
Iran dan Oman Sepakati Peta Pergerakan Navigasi di Selat Hormuz, Perang Segera Berakhir?
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 15.18
Klaim Kuasai Selat Hormuz, Trump Dinilai 'Babak Belur' Perang Lawan Iran
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 07.34
Iran Sebut Trump Delusi karena Ingin Deklarasikan Selat Hormuz Wilayah AS
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 07.29
Kapal UEA Kembali Diserang di Selat Hormuz
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 00.01