Trump Mau Patok Tarif Baru buat Chip-Laptop Asal China
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Amerika Serikat sedang mempertimbangkan pengenaan tarif impor baru untuk semikonduktor dan produk teknologi dari China, termasuk laptop, server pusat data, dan perangkat keras permainan. Rencana ini menjadi bagian dari persaingan global dalam menguasai infrastruktur kecerdasan buatan (AI) melawan China. Kebijakan ini masih dalam fase awal dan berisiko berubah sebelum diterapkan secara bertahap. Presiden Donald Trump menegaskan penempatan kembali manufaktur semikonduktor ke dalam negeri sebagai prioritas utama, sekaligus menyatakan kebijakan telah mengamankan investasi ratusan miliar dolar di sektor tersebut. Meskipun serupa dengan kebijakan pada masa Presiden Joe Biden, tarif 100% yang pernah diprediksi Trump tahun lalu tidak pernah diwujudkan. Pada Januari 2026, Trump memaksa tarif 25% pada chip AI khusus, namun perusahaan China masih berhasil mengakses chip Nvidia melalui penyedia awan luar negeri. Para ahli menilai AS sedang menyiapkan undang-undang untuk menutup celah akses komputasi tingkat lanjut, meskipun hambatan prosedural masih ada.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 09.15
Jelang Pertemuan Trump-Xi Jinping, AS Bidik Tarif 7,5% atas Produk China
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 06.30
Trump Siapkan "Bom" Baru, Dunia Tak Dibiarkan Tenang
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 06.45
Ekonomi Digital RI Dekati 100 Miliar Dolar AS, Pemerintah Genjot AI dan Data Center
Berita terkait
Perang Chip Makin Panas Gara-Gara China, Korea Ambruk Terseret Amerika
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 15.30
Trump Ancam Ubah Nama Danau Ontario jadi Danau Amerika akibat Perang Dagang
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 23.03
Terancam Sanksi AS Terkait Iran, China Buka Suara
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 17.24
Indonesia–China Bentuk Kelompok Kerja AI dan Semikonduktor, Perkuat Transfer Teknologi Digital
VOI · 22 Agustus 2026 pukul 14.30