Terancam Sanksi AS Terkait Iran, China Buka Suara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

China memperingatkan ancaman sanksi AS terkait Iran tidak akan menyelesaikan konflik, melainkan memicu eskalasi. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyatakan bahwa taktik tekanan AS hanya akan meningkatkan ketegangan di Timur Tengah. Ia meminta semua pihak bertindak rasional, menahan diri, dan kembali ke dialog untuk penyelesaian konflik. Presiden AS Donald Trump mengumumkan "operasi ekonomi paling melumpuhkan" terhadap Iran dengan sanksi sekunder berat, mengancam negara yang membantu Iran dengan konsekuensi ekonomi. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mendesak China sebagai importir minyak Iran terbesar untuk menghentikan pembelian atau berisiko sanksi. Iran mengecam sanksi sebagai "terorisme ekonomi" yang pasti gagal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 14.15
Harga Minyak Turun saat Pasar Menanti Sanksi Terberat AS terhadap Iran
Warta Ekonomi · 23 Agustus 2026 pukul 13.00
Iran Ancam Negara yang Ikut Perang Ekonomi AS: Akan Kami Anggap Musuh
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 18.55
AS Memulai Operasi Economic D-Day untuk Mengisolasi Iran Secara Ekonomi
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 18.54
Iran Sebut Sanksi Berulang AS Gagal
Berita terkait
Peringatan Keras Iran Bagi yang Coba-coba Gabung Sanksi AS
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 07.12
Iran Ancam Anggap Musuh Negara-negara yang Gabung Sanksi AS!
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 12.07
Trump: Negosiasi Iran Terhambat karena Banyak Pemimpinnya Tewas
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 11.44
China Tolak ‘Economic D-Day’ Trump terhadap Iran, Sebut Sanksi Tak Menyelesaikan Masalah
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 16.00