Tugure Soroti Ancaman Soft Market, Industri Reasuransi Diminta Perketat Pricing
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) menyoroti ancaman soft market yang masih berlangsung di industri reasuransi. Direktur Operasional Erwin Basri menyatakan kapasitas pasar tinggi menimbulkan tekanan harga dan pelonggaran terms and conditions, berpotensi meningkatkan risiko saat siklus pasar berbalik. Technical Analytic & Development Group Head Andriansyah menjelaskan soft market ditandai kompetisi intens dan tekanan harga yang dapat mengabaikan risiko teknis. Penetapan harga di bawah technical pricing berarti industri menabung risiko lebih tinggi untuk masa depan. Tugure mengaplikasikan technical pricing integrity sebagai acuan utama penetapan harga, dengan penyimpangan hanya melalui persetujuan Underwriting Committee. Kasus HIH Insurance (2001) menjadi pembelajaran tentang risiko ekspansi agresif dalam soft market tanpa disiplin pricing, under-reserving, dan governance yang kuat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 20.50
Cegah Kegagalan Bisnis Reasuransi, Tugure Perkuat Pencadangan
Berita terkait
12 Bank di RI Tutup dalam 8 Bulan!
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 13.34
Siklus Penguatan Dolar: Apa Artinya bagi Trader
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 19.00
Penguatan Transformasi-Tata Kelola Risiko Jadi Prioritas, Indonesia Re Catat Kinerja Positif 2025
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 17.08
Rincian 23 Emiten Didenda OJK!
Detik.com · 1 September 2026 pukul 22.35