Tumbuh 11,82 persen, Industri Furnitur Indonesia Masih Hadapi Tantangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri furnitur Indonesia tumbuh 11,82 persen pada kuartal II-2026 dan mencatat surplus sejak 2021. Meski naik, ekspor ke Amerika Serikat baru mencapai 0,77 persen. Indonesia menghasilkan lebih dari 80 persen rotan dunia, peluang untuk naik kelas dari peringkat ke-25 eksportir furniture dunia masih terbuka. Tantangan utama: 99,79 persen unit usaha adalah IKM kecil dan menengah. Pemerintah memberikan dukungan berupa insentif fiskal, akses pembiayaan, restrukturisasi mesin, dan penguatan SVLK untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri. Penguatan daya saing diperlukan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pameran IFFINA+ dapat memperluas akses pasar dan menghubungkan industri dengan pembeli internasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 20.05
Airlangga Beberkan 3 Syarat Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%
Berita terkait
Menperin Agus Gumiwang Bidik Indonesia Jadi Pusat Industri Halal Dunia
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 09.34
Ekspor Batik Indonesia Naik, Kemenperin Soroti Tantangan Daya Saing IKM
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 20.14
IKM Parfum Indonesia Tembus Pasar Papua Nugini, Kirim Produk Senilai Rp707 Juta
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 16.20
Membaca Keberlanjutan Fiskal dari Sri Mulyani, Purbaya Hingga Suahasil
Detik.com · 15 September 2026 pukul 16.41