Turunkan Emisi Karbon Butuh Rp 8.000 Triliun, Tak Bisa Pakai APBN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan Kementerian Keuangan proyeksikan kebutuhan anggaran untuk mencapai target Nationality Determined Contribution (NDC) sebesar US$ 472,6 miliar atau Rp 8.000 triliun pada periode 2021-2035. Direktur Utama BPDLH Joko Tri Haryanto menyatakan anggaran ini tidak akan tercapai jika hanya mengandalkan APBN. Ia menekankan bahwa biaya penurunan emisi karbon tidak boleh ditanggung sendiri oleh Indonesia, karena dampaknya bersifat global. Joko menyarankan untuk menggali dana global, terutama dari negara-negara maju seperti Skandinavia yang paling terpapar dampak perubahan iklim. Dengan adanya kompenssi global, Indonesia dapat membiayai transisi ekonomi rendah karbon dan mencapai target NDC demi kualitas udara yang baik bagi seluruh dunia.
Bagikan
Berita terkait
Dana Abadi Khusus Bencana Capai Rp 8,3 Triliun
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 22.44
Soroti Tiga Wamenkeu Baru, Ekonom: Jangan Sampai Naikkan Biaya Koordinasi
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 21.18
Tanggapi Ide Prabowo soal Kuliah S1 Gratis, Guru Besar UNJ: Mayoritas PTN Belum di Posisi Siap
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 20.00
Zulhas: Gaji manajer kopdes bersumber dari APBN
ANTARA News · 2 Oktober 2026 pukul 19.46