Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

UGM Ogah Disalahkan soal Ijazah Jokowi, Arif Wicaksono: Prestise Alumni Bisa Dipalsukan?

Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan tidak dapat disalahkan jika ada pihak yang memalsukan ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi), termasuk tuduhan bahwa ijazah S1 Fakultas Kehutanan miliknya diduga dicetak di kawasan Pasar Pramuka, Jakarta. Wakil Rektor UGM Wening Udasmoro membandingkan kasus ini dengan contoh hipotetis pemalsuan ijazah Oxford, menyatakan bahwa tindakan memalsukan dokumen tidak mencerminkan kesalahan pihak kampus. Namun, pegiat politik Arif Wicaksono mengecam sikap UGM yang dinilainya sebagai upaya 'mencuci tangan' dari polemik tersebut. Arif meminta UGM membuka salinan ijazah asli Jokowi untuk membuktikan keabsahannya dan menjaga integritas kampus. Tuduhan ijazah palsu Jokowi terus diperhatikan meski belum ada bukti hukum yang sah. Klaim tentang pencetakan di Pasar Pramika bersumber dari spekulasi politik tanpa dasar hukum yang kuat. Isu ini muncul setelah sejumlah politisi dan aktivis mencurigai adanya pemalseman dokumen pendidikan presiden. Di sisi lain, proses hukum terkait tuduhan ini sedang berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Timpel. Jaksa Penuntut Umum baru saja membacakan ulang dakwaan terhadap Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa. Pihak terdakwa sempat mengajukan gugatan praperadilan dan eksepsi yang memicu perdebatan tentang keabsahan bukti digital. Jokowi sendiri menegaskan kesiapannya untuk menampilkan dokumen pendidikannya mulai dari SD hingga S1 UGM di hadapan Majelis Hakim.

Berita terkait