Ukuran Tahu dan Tempe Menciut Gara-gara Harga Kedelai Mahal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga kedelai meningkat dari Rp 9.500/kg menjadi Rp 11.600-12.000/kg, memaksa perajin tahu dan tempe mengurangi ukuran produk. Tekanan biaya tidak hanya dari kedelai, tetapi juga plastik kemasan, minyak goreng, BBM, dan kurs dolar yang naik. Perajin tidak mampu menaikkan harga jual karena khawatir kehilangan pembeli, sehingga memotong ukuran tempe dari enam ke tujuh bagian per batang. Dengan kondisi ini, banyak perajin mengurangi produksi atau bahkan menghentikannya. Gakoptindo mengapresiasi program subsidi kedelai senilai Rp 500 miliar, namun skema tersebut baru dapat diakses saat harga kedelai mencapai Rp 12.500-13.000/kg, sehingga manfaatnya belum dirasakan perajin.
Bagikan
Berita terkait
Bukan Harga Kedelai, Ini yang Paling Dikhawatirkan Pengrajin Tahu dan Tempe
JawaPos · 16 September 2026 pukul 21.47
Kepastian Pasokan Kedelai Faktor Penting Produksi Tahu Tempe
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 18.35
IHSG Anjlok 1,33%! BBCA-BBRI Tertekan, Asing Beralih ke Saham Komoditas
Warta Ekonomi · 13 September 2026 pukul 09.09
Harga Kedelai Impor Naik, Begini Nasib Harga Tahu-Tempe di Pasaran
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 18.50