Utang Amerika Jebol Tembus Rp 710.900 Triliun, Kenapa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2704251/original/000193900_1547530828-bendera_AS.jpg)
Utang Amerika Serikat melampaui US$ 40 triliun (Rp 710.900 triliun) pada Agustus 2026, menjadi data resmi Departemen Keuangan. Lonjakan terutama dari pinjaman akibat pandemi COVID-19, pemotongan pajak, dan peningkatan biaya bunga. Sejak 2017, utang federal naik dari US$ 19,95 triliun menjadi lebih dari dua kali lipat. Sekitar 69% pendapatan federal kini digunakan untuk membayar bunga utang, menimbulkan kekhawatiran keberlanjutan fiskal AS. Conference Board memproyeksikan utang akan mencapai 154% PDB pada 2036, dengan dana pensiun sosial bisa kehabisan pada 2032 jika tidak ada tambahan dana.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 15.40
Amerika Dalam Bahaya! Utang Menuju Rp 900 Kuadriliun-Segera Bangkrut?
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 11.20
Utang AS Sentuh USD 40 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Berita terkait
Utang Amerika Serikat Makin Bengkak, Warga Terancam Bayar Pinjaman Lebih Mahal
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 21.20
Prabowo Punya Target Besar, SBY Titip Pesan-pesan
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 10.05
Target Pertumbuhan Ekonomi 6% di RAPBN 2027, Indef Ingatkan Risiko Fiskal
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 19.00
Purbaya Klaim Penerimaan Pajak hingga Pertengahan Agustus Melonjak 30%
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 21.07