Vale Buka-bukaan Soal Hambatan Hilirisasi Nikel, Ada Klaim Lahan Sepihak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Vale Indonesia Tbk menghadapi tantangan nonteknis berupa tumpang tindih dan klaim lahan sepihak oleh masyarakat dalam proyek hilirisasi nikel. Presiden Direktur Bernardus Irmanto meminta dukungan Komisi XII DPR RI untuk koordinasi lintas instansi guna menyelesaikan kendala tersebut, meski optimis dari sisi teknis.
Vale sedang membangun tiga fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL). Proyek Pomalaa mencapai 95% dan ditargetkan selesai September 2026. Proyek Bahodopi mencapai 41,5% dengan target produksi Desember 2026, sementara proyek Morowali mencapai 41% dengan target serupa. Proyek Sorowako ditargetkan terealisasi akhir 2027.
Ekspansi ini mendiversifikasi pendapatan Vale agar tidak hanya bergantung pada Sorowako. Dengan konsesi 118.000 hektare, Vale juga berkontribusi melalui profit sharing IUPK sebesar 10% yang dibagi untuk pemerintah pusat (4%) dan daerah (6%).
Bagikan
Berita terkait
Vale (INCO) Punya Rencana Besar, Siapkan Capex Rp19,29 T
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 18.15
Industri Tambang dan Perkebunan Dinilai Paling Rawan Pelanggaran HAM
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 14.57
Budiawansyah Mundur dari Kursi Direksi Vale Indonesia
Liputan6.com · 22 Agustus 2026 pukul 10.35
Ancam Hutan Lindung, Rencana Penambangan Nikel Vale Panen Kritik
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 20.00