Video: FMCG Masih Tumbuh Kuat, Sinyal Konsumsi Jadi Mesin Ekonomi RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di Kuartal II-2026 mencapai 5,29% (yoy), didorong konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,06% (yoy) dengan kontribusi 53,32% terhadap PDB. Kenaikan ini didukung momentum libur sekolah dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang mendorong aktivitas belanja masyarakat, terlihat dari pertumbuhan konsumsi makanan-minuman 4,2% serta kesehatan dan pendidikan 5,27%.
Sektor Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) juga menunjukkan kinerja kuat sejalan dengan normalisasi konsumsi pasca-Ramadan dan Idul Fitri serta stimulus belanja pemerintah. Dari sisi produksi, industri makanan dan minuman tumbuh 6,51%, mengindikasikan konsumsi menuju normalisasi tanpa tanda-tanda anjlok. Namun, konsumsi pakaian, alas kaki, dan jasa perawatan melambat 3,52% akibat normalisasi pascalebaran.
Menurut Equity Analyst CNBC Indonesia Research, Gelson Kurniawan, konsumsi rumah tangga yang menjadi mesin ekonomi masih membutuhkan stimulus fiskal untuk mempertahankan tren pertumbuhan. Analisis lengkap dibahas dalam acara Closing Bell CNBC Indonesia, Rabu (12/08/2026).
Bagikan
Berita terkait
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29%, Saiq Iqbal Soroti Sektor Manufaktur
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 15.30
BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29%, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 13.14
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% Kuartal II-2026, Ini Pendorongnya
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 11.26
Fenomena Baru: Warga RI Rajin ke Mal, Belanja Pilih Barang Harga Murah
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 20.10