BI Buka-bukaan Konsumsi Rumah Tangga RI Masih Perlu Digenjot
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 mencapai 5,29% year on year (yoy), melanjutkan pertumbuhan 5,61% pada kuartal sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh stimulus fiskal yang meningkatkan konsumsi pemerintah dan investasi. Konsumsi pemerintah tumbuh kuat dipengaruhi oleh belanja pegawai, barang, dan jasa terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pejabat Sementara Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan bahwa meskipun konsumsi rumah tangga sudah baik, masih perlu ditingkatkan melalui pemanfaatan stimulus fiskal yang ada. BI juga menekankan perlunya dorongan ekspor untuk memperkuat struktur pertumbuhan ekonomi, sambil memastikan keyakinan pelaku ekonomi tetap terjaga. Dengan sinergi bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 4,9% hingga 5,7%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 13.01
Ekonom: Independensi BI Jadi Benteng Terakhir Jika Fiskal Bermasalah
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 13.00
Bank Indonesia Menahan Bunga, tetapi Jangan Biarkan Ekonomi Tertahan
ANTARA News · 20 Agustus 2026 pukul 17.45
Ekonom sebut pengambilan kebijakan jadi ujian independensi BI
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 17.07
Rupiah Menguat Dampak Rencana Pemangkasan Kuota BBM Bersubsidi
Berita terkait
BI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Berkisar di Level 4,9 hingga 5,7 Persen
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 19.39
Indeks Keyakinan Konsumen Meningkat, Porsi Belanja Rumah Tangga Ikut Naik
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 14.00
Deputi BI pesan Kepala BI Banten baru perkuat peran mitra strategis
ANTARA News · 4 September 2026 pukul 21.39
Gubernur BI: Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2026 Akan Tetap Lemah 3%
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 19.33