BI Buka-bukaan Konsumsi Rumah Tangga RI Masih Perlu Digenjot
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 mencapai 5,29% year on year (yoy), melanjutkan pertumbuhan 5,61% pada kuartal sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh stimulus fiskal yang meningkatkan konsumsi pemerintah dan investasi. Konsumsi pemerintah tumbuh kuat dipengaruhi oleh belanja pegawai, barang, dan jasa terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pejabat Sementara Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan bahwa meskipun konsumsi rumah tangga sudah baik, masih perlu ditingkatkan melalui pemanfaatan stimulus fiskal yang ada. BI juga menekankan perlunya dorongan ekspor untuk memperkuat struktur pertumbuhan ekonomi, sambil memastikan keyakinan pelaku ekonomi tetap terjaga. Dengan sinergi bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 4,9% hingga 5,7%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 15.55
BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen, Ekonom: Opsi Terbaik
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 15.50
Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9%-5,7%
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 15.47
Kredit Perbankan di Juli 2026 Makin Gacor, Tumbuh 13,58 Persen
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 15.45
BI Prediksi Suku Bunga the Fed Naik
Berita terkait
Bedah Upaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi Hingga Akhir Tahun
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 20.59
BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,75% Demi Amankan Rupiah
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 14.48
BI: Prospek ekonomi global masih lemah, ketidakpastian tetap tinggi
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 14.40
Alasan BI Tahan Lagi Suku Bunga 5,75%: Jaga Rupiah-Dorong Ekonomi
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 14.29