Video: Harga Minyak Masih Tinggi, Apa Efeknya ke APBN, IHSG dan Rupiah?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konflik Timur Tengah menyebabkan harga minyak dunia tetap tinggi, dengan Brent mencapai USD 102,25 dan WTI USD 91,11 per barel pada 2 Oktober 2026. Ketidakpastian perdamaian memicu tekanan harga yang berpotensi meningkatkan inflasi dan suku bunga acuan bank sentral.
Kondisi global ini menghambat aliran dana ke pasar berkembang, termasuk Indonesia. Dampaknya meliputi tekanan pada APBN RI, indeks harga saham gabungan (IHSG), serta nilai tukar Rupiah akibat kewaspadaan pelaku pasar keuangan global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 5 Oktober 2026 pukul 09.11
IHSG Dibuka Menguat 0,30% ke 6.055, Rupiah di Posisi Rp 17.888/Dolar AS
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 17.38
IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.118
CNN Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 16.10
Rupiah Lunglai ke Rp17.917 per Dolar AS Sore Ini
Warta Ekonomi · 5 Oktober 2026 pukul 16.08
IHSG Bangkit dari Tekanan, Ditutup Melejit ke 6.118,86
Berita terkait
Rupiah Lepas dari Bayang-Bayang 18.000 per Dolar AS, Ada Intervensi BI
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 19.00
Rupiah Ditutup Menguat, IHSG Jatuh 0,83% ke Level 6.071
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 17.20
IHSG Sesi I Menguat 0,15% ke Level 6.130
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 12.55
Harga Minyak Tembus US$ 108, Airlangga Optimistis Target Ekonomi Tak Berubah
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 18.00