Video: Bunga Obligasi AS Melonjak, Bond Viligante " Hantui: Trump?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Di akhir September 2025, yield US Treasury 10 tahun naik menjadi 4,845% dan 30 tahun mencapai 5,295% akibat rencana Departemen Keuangan AS membeli kembali surat utang hingga USD 6 miliar. Lonjakan ini terjadi di tengah ketegangan AS vs Iran dan merosotnya kepercayaan investor terhadap pengelolaan fiscal pemerintahan AS. Economist CNBC Indonesia Research, Maesaroh, menjelaskan lonjakan harga US Treasury sejalan dengan penarikan modal global dari surat utang pemerintah AS. Dampaknya, pasar keuangan global termasuk SBN dan Rupiah mengalami tekanan. Diskusi lengkap dapat dilihat dalam Squawk Box pada 11 September 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 08.50
IHSG Berpotensi Melemah di Tengah Kenaikan Harga Minyak dan Yield US Treasury
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 22.00
Harga Minyak Tembus US$105 per Barel, Pasar Obligasi dan Saham Terguncang
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.58
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.512 per Dolar AS, Pasar Pantau Buyback UST
Berita terkait
Harga Emas Antam Hari Ini 9 September 2026 Turun Rp 17 Ribu, Cek Rincian di Sini
Liputan6.com · 9 September 2026 pukul 08.57
Ketika Geopolitik Menjadi Kebijakan Ekonomi Amerika Menjelang Pemilu Sela
Warta Ekonomi · 5 September 2026 pukul 10.50
Bitcoin Tembus US$80.802, Harapan Suku Bunga Fed Jadi Bahan Bakar
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 13.30
Video: Pengelola Dana Jumbo Ungkap Nasib Rupiah-Kebijakan BI dan The Fed
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 15.33