Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Video: Pengelola Dana Jumbo Ungkap Nasib Rupiah-Kebijakan BI dan The Fed

Pasar keuangan Indonesia masih tertekan oleh volatilitas global akibat ketegangan Timur Tengah, perang Rusia-Ukraina, dan tekanan inflasi, yang memengaruhi saham, SBN, dan nilai tukar rupiah. Bank Indonesia diproyeksikan akan tetap konservatif dalam menetapkan BI Rate hingga akhir 2026, meski mempertimbangkan kondisi rupiah. Director Eastsprings Investments Indonesia, Liew Kong Qian, menilai BI sudah berada di posisi "a head of the curve" sehingga peluang kenaikan suku bunga BI dianggap terbatas. Di sisi lain, The Fed diperkirakan masih memiliki ruang untuk menaikkan Fed Funds Rate (FFR) satu kali lagi hingga akhir 2026. Liew menekankan bahwa sentimen pasar dalam dan luar negeri akan terus menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan kebijakan moneter di Indonesia. Diskusi ini disampaikan oleh Shania Alatas dalam program Power Lunch CNBC pada Rabu, 2 September 2026.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait