Video: Jika Suku Bunga The Fed Belum Dipangkas, Ini Efeknya ke BI Rate
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bernadus Widjaya, CEO Sucor Sekuritas, menilai sektor perbankan dan komoditas di Indonesia memiliki potensi untuk kembali menguat. Valuasi perbankan saat ini dinilai sangat murah dengan rasio PE rata-rata di bawah 10 dan dividen yield lebih dari 10%. Sektor komoditas juga mendapat dorongan dari kenaikan harga minyak mentah, batu bara, dan tembaga. Di sisi lain, sektor AI atau kecerdasan buatan menjadi sorotan pasar di AS, Korea, hingga Jepang.
Kebijakan suku bunga The Fed dipengaruhi kuat oleh data inflasi AS. Jika inflasi terus turun dan mencapai target, The Fed berpotensi menahan kenaikan suku bunga. Untuk Bank Indonesia, penurunan BI Rate sangat bergantung pada aliran dana asing dan posisi nilai tukar rupiah, sekaligus menyikuti kebijakan The Fed.
Pasar keuangan Indonesia dihadapkan pada ketidakpastian global, namun sektor lokal tetap menawarkan peluang tertentu. Menurut Widjaya, investor perlu memantau perkembangan inflasi AS dan kebijakan moneter global untuk menilai arah pasar domestik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 29 Agustus 2026 pukul 11.11
Bos The Fed Sebut Masih Punya Pekerjaan Rumah Atasi Inflasi
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 17.15
Rupiah Menguat ke Rp17.718, Pasar Tunggu Arah Suku Bunga dari Pidato Kevin Warsh
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 15.00
BI Tahan Suku Bunga di 5,75% untuk Jaga Stabilitas Rupiah dan Pertumbuhan Kredit
CNN Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 13.56
Harga Cabai Mulai Naik di Jakarta, Daging Ayam Tembus Rp38 Ribu per Kg
Berita terkait
Harga Emas Hari Ini Melesat Tersengat Permintaan ETF hingga Bank Sentral
Liputan6.com · 28 Agustus 2026 pukul 06.24
Rupiah Hari Ini Loyo ke 17.744 Tersengat Data Ekonomi AS
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 20.15
Rupiah Ditutup Melemah 0,11%, Dolar AS Naik ke Rp17.715
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 15.04
Rupiah Melemah ke 17.775 per Dolar AS, Pasar Tunggu Pidato The Fed
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 11.00