Rupiah Menguat ke Rp17.882 per Dolar AS Terkerek Kebijakan Pro-Market Bank Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah ditutup kuat pada Rp17.882 per dolar AS pada Jumat (2/10/2026), menguat 84 poin dari penutupan sebelumnya di Rp17.965. Penguatan ini didorong oleh kebijakan pro-market Bank Indonesia yang memperluas surat berharga yang dapat digunakan sebagai underlying operasi moneter.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan, Bank Indonesia menambahkan obligasi dan sukuk korporasi berkualitas tinggi sebagai underlying operasi moneter. Langkah ini membuka ruang bagi perbankan untuk mengelola likuiditas dan mendorong transaksi surat berharga korporasi di pasar keuangan.
Kebijakan ini menjadi bagian dari penguatan operasi moneter yang lebih terintegrasi dengan pengembangan Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA). Dengan demikian, transmisi kebijakan moneter dapat mengalir ke transaksi dan pembiayaan dunia usaha serta rumah tangga. Korporasi penerbit surat berharga juga mendapat dukungan likuiditas dan aktivitas perdagangan di pasar sekunder.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 09.15
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.885
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 06.50
Pantas Saja Rupiah Susah Menguat, Ini Ternyata Biang Keroknya!
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 18.53
Kurs Rupiah Berbalik Menguat 82 Poin, Intervensi BI Dinilai Berbuah Manis
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 17.03
Gonjang-ganjing Rupiah Ambruk 7,74%, Sinyal BI Kerek Suku Bunga Mencuat
Berita terkait
Rupiah Melemah Sentuh Rp 18.000 per Dolar AS, BI: Dipengaruhi Kekhawatiran Tekanan Inflasi Global
JawaPos · 29 September 2026 pukul 22.50
BI Ungkap 3 Biang Kerok Nilai Tukar Rupiah Melemah
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 13.10
BI Buka-bukaan Cara Perkuat Rupiah Lawan Dolar AS
Detik.com · 23 September 2026 pukul 15.35
Rupiah Terkapar ke Rp17.813 per USD, BI: Masih Sejalan dengan Pergerakan Mata Uang Kawasan
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 15.58