Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

BI Racik Strategi Jaga Rupiah Tanpa Naikkan Suku Bunga

Bank Indonesia (BI) menjaga stabilitas rupiah tanpa menaikkan suku bunga acuan yang saat ini berada di 5,75%. BI menggabungkan intervensi pasar spot untuk kebutuhan valas mendesak dan instrumen lindung nilai seperti DNDF, NDF, serta swap untuk kebutuhan jangka panjang. Untuk mendorong pasar, BI menaikkan insentif swap dan DNDF, termasuk insentif swap 3 bulan ke 15%, 6 bulan ke 20%, 12 bulan ke 25%, DNDF 6 bulan ke 25%, dan 12 bulan ke 30%. Skema ini dirancang agar investor asing lebih tertarik menjual valas di pasar spot dan mengamankan risiko melalui DNDF.

BI juga memanfaatkan NDF untuk meredam gejolak pasar luar negeri agar tidak memengaruhi pasar domestik, terutama saat pasar lokal sudah tutup pukul 15.00 WIB. Selain itu, BI mengembangkan Local Currency Transaction (LCT) untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS, memungkinkan transaksi dengan mata uang lokal seperti rupiah-renminbi atau rupiah-ringgit. Skema Vastra juga disiapkan untuk mempermudah transaksi investor global secara lebih terstrukrut.

Lebih lanjut, BI memperketat batas pembelian valas individu tanpa jaminan kegiatan ekonomi dari US$ 100.000 turun bertahap hingga US$ 10.000 per orang per bulan. Langkah ini bertujuan mencegah spekulasi valas dan menjaga likuiditas pasar tetap sehat. Kombinasi semua instrumen ini dijalankan bersamaan dengan kebijakan suku bunga yang ditujukan untuk menstabilkan inflasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait