Video: Transaksi Bursa Berjangka Diramal Masih Bisa Naik 60% di 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Direktur Utama Valbury Asia Futures, Nino J. Limantara, memperkirakan transaksi bursa berjangka masih berpotensi naik 40%-60% hingga akhir 2026, meski volatilitas pasar akan tetap tinggi. Pada semester I-2025, ketidakpastian pasar didorong oleh ketegangan geopolitik global, sementara pada akhir 2026, faktor utama beralih ke suku bunga, inflasi, dan perlambatan ekonomi global. Sentimen suku bunga The Fed akan memengaruhi harga emas; jika suku bunga ditahan, harga emas cenderung naik. Di pasar bursa berjangka, transaksi emas dan forex masih mendominasi aktivitas perdagangan. Trader dapat memanfaatkan kondisi volatilitas tinggi untuk meraih profit baik saat harga naik maupun turun. Limantara menekankan bahwa peluang masih terbuka meski kondisi pasar menjadi tidak menentu.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 07.47
Harga Emas Hari Ini Melemah, Investor Menanti Data Inflasi AS
Liputan6.com · 8 Agustus 2026 pukul 17.42
Daftar Harga Emas 24 Karat 8 Agustus 2026 di Antam, Pegadaian, hingga Hartadinata
Berita terkait
Harga Emas Kembali Melemah, Tapi Permintaan Masih Kuat
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 07.30
Harga Emas Hari Ini Lesu Setelah Rilis Data Ekonomi AS
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 07.20
Harga Emas Dunia Turun di Bawah US$ 4.300, Pasar Antisipasi Bunga The Fed
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 07.20
Cek Harga Emas Pegadaian Hari Ini 23 September 2026 di Galeri24, Antam dan UBS
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 12.37