Video: Waspada Efek Era "Higher for Longer" ke Pasar Keuangan RI!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunga acuan Fed Funds Rate sebesar 25 bps menjadi 3,75%-4,00% pada FOMC pada 16 September 2024. Kenaikan ini didorong oleh inflasi AS yang masih di bawah target 2% dan data tenaga kerja yang kuat. Economist CNBC Indonesia, Maesaroh, menyatakan kebijakan moneter ketat The Fed dapat menyebabkan era suku bunga tinggi yang berlanjutan, memengaruhi pasar keuangan global termasuk Indonesia. Ketegangan perang dan lonjakan harga minyak global memperparah situasi inflasi global. Dampaknya, diperkirakan terjadi capital outflow dari pasar modal dan obligasi, termasuk di Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 12.10
Donald Trump Desak The Fed Turunkan Suku Bunga ke Level 1 Persen
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 12.05
Kurs Rupiah Dibuka Melemah AS Usai The Fed AS Naikkan Suku Bunga
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 12.00
Trump Masih Percaya Ketua The Fed, tapi Minta Suku Bunga Turun ke 1%
Detik.com · 17 September 2026 pukul 11.36
The Fed Bikin Emas Tertekan, Harganya Bisa Jatuh ke Rp 2,38 Juta
Berita terkait
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka naik 0,27%
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 09.01
Bursa Saham AS Rontok Usai The Fed Naikkan Suku Bunga
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 07.05
The Fed Naikkan Suku Bunga Jadi 3,75-4 Persen, Pertama Sejak 2023
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 05.38
Harga Patokan Ekspor Emas Indonesia Naik di September
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 12.31