Kurs Rupiah Dibuka Melemah AS Usai The Fed AS Naikkan Suku Bunga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar Rupiah dibuka melemah pada Kamis (17/9) ke Rp17.739 per dolar AS, dipicu kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed) menjadi 3,75-4,00 persen untuk menekin inflasi AS yang tinggi. Kenaikan 25 basis poin ini menguatkan dolar AS global, menekan rupiah dan mata uang negara lain berkembang. Amru Syifa ICDX menjelaskan yield obligasi AS tinggi membatasi peluang penguatan rupiah, meski ada sedikit ruang stabilitas karena penurunan harga minyak dunia. Di sisi domestik, pasar menantikan kebijakan moneter The Fed ke depan, yield US Treasury, serta kondisi fiskal Indonesia, terutama terkait APBN. Proyeksi rupiah bergerak di kisaran Rp17.650-Rp17.800 dengan volatilitas tinggi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 12.00
Trump Masih Percaya Ketua The Fed, tapi Minta Suku Bunga Turun ke 1%
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 12.05
Bitcoin ebound ke US$76.331 Usai The Fed Naikkan Suku Bunga
Detik.com · 17 September 2026 pukul 11.36
The Fed Bikin Emas Tertekan, Harganya Bisa Jatuh ke Rp 2,38 Juta
ANTARA News · 17 September 2026 pukul 11.12
Pergerakan rupiah Kamis dipengaruhi perkembangan kebijakan moneter AS
Berita terkait
Jelang Rapat The Fed, Trump: AS Harus Punya Suku Bunga Terendah di Dunia
Liputan6.com · 14 September 2026 pukul 18.05
Donald Trump Desak The Fed Turunkan Suku Bunga ke Level 1 Persen
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 12.10
The Fed Naikkan Suku Bunga ke 4% akibat Inflasi Perang Iran
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 12.01
Video: Waspada Efek Era "Higher for Longer" ke Pasar Keuangan RI!
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 11.11