Wamenkeu tegaskan ketahanan fiskal jadi kunci jaga pertumbuhan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wamenkeu Juda Agung menegaskan ketahanan fiskal sebagai kunci menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah risiko geopolitik, disrupsi teknologi, fragmentasi keuangan, dan kompleksitas rantai pasok. Kebijakan fiskal harus berfungsi sebagai shock absorber yang melindungi masyarakat, mendukung produktivitas, dan merespons risiko dengan menjaga disiplin, kredibilitas, serta keberlanjutan fiskal. Sistem keuangan perlu stabil, efisien, inklusif, dan mampu menyalurkan modal ke kegiatan produktif sekaligus memperluas peran perbankan dalam mendukung UMKM, inovasi, dan penciptaan lapangan kerja. Transformasi digital dan AI harus diiringi tata kelola risiko yang kuat, dengan koordinasi kebijakan fiskal, moneter, makroprudensial, serta regulasi sektor keuangan melalui KSSK untuk menjaga stabilitas sistem.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 13.42
APBN Harus Jadi Shock Absorber, Wamenkeu Juda Agung: Ketahanan Bukan Tanpa Guncangan
Berita terkait
OJK Tekankan Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga di Tengah Tekanan Ekonomi Global
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 14.16
BRI Bukukan Laba Rp 31,2 T hingga Akhir Triwulan II 2026, Tumbuh 17,5%
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 15.32
GREAT Institute Pertahankan Proyeksi Ekonomi 2026 hingga 5,6%, Investasi Jadi Kunci Semester II
Warta Ekonomi · 30 Agustus 2026 pukul 21.00
GREAT Institute proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI di 5,3-5,6 persen
ANTARA News · 30 Agustus 2026 pukul 17.52